Disperindag Provinsi Bali Dampingi Empat Pelaku Usaha Unggulan Bali pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026
Partisipasi dalam pameran perdagangan berskala internasional menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses pasar, memperkenalkan produk unggulan daerah, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal. Melalui ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, para pelaku usaha Indonesia memperoleh kesempatan untuk mempromosikan produk unggulannya kepada calon pembeli, distributor, dan mitra bisnis dari berbagai negara.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali mendampingi empat pelaku usaha asal Bali yang membawa beragam produk unggulan dengan karakteristik, kualitas, dan potensi pasar yang menjanjikan. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan industri dan perdagangan daerah, khususnya dalam mendorong produk lokal Bali agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Keempat pelaku usaha yang turut berpartisipasi dalam TEI 2026 menghadirkan produk yang mencerminkan kekayaan sumber daya alam, kreativitas, serta potensi industri pengolahan di Provinsi Bali, yaitu:
CV Meru Bali Naturan, yang menghadirkan produk keripik kelapa panggang dan kukis kelapa cokelat sebagai produk olahan berbahan dasar kelapa yang memiliki potensi untuk dikembangkan di pasar yang lebih luas.
PT Talasi Tru Origin, yang memperkenalkan produk gula aren, kopi, dan cuka salak. Produk-produk tersebut menunjukkan potensi pengolahan komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah yang dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan beragam preferensi konsumen.
CV Dukuh Lestari, yang membawa produk arak Bali sebagai salah satu produk lokal yang merepresentasikan potensi industri berbasis kearifan lokal. Pengembangannya diharapkan dapat memperluas peluang pemasaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk daerah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
PT Cokelat Pertama Bali, yang menghadirkan produk cokelat sebagai bentuk pengembangan industri pengolahan yang memiliki peluang untuk menjangkau konsumen dan pasar potensial, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Keberagaman produk yang ditampilkan oleh keempat pelaku usaha tersebut memperlihatkan bahwa Bali memiliki potensi industri yang tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga didukung oleh sektor industri pengolahan dan perdagangan yang terus berkembang. Produk berbasis sumber daya lokal memiliki peluang untuk menciptakan nilai tambah, memperkuat identitas produk daerah, serta membuka kesempatan usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.
Melalui pendampingan dalam TEI 2026, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali turut mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan pameran sebagai sarana promosi, pengenalan produk, penjajakan kerja sama, serta pengembangan jejaring bisnis. Interaksi dengan calon pembeli dan mitra usaha diharapkan dapat memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memahami kebutuhan pasar, meningkatkan kualitas produk, serta menyesuaikan strategi pemasaran dengan perkembangan perdagangan global.
Keikutsertaan dalam pameran internasional juga menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk memperkuat kesiapan dalam menghadapi persaingan, baik dari aspek mutu produk, konsistensi pasokan, pengemasan, maupun pemenuhan persyaratan perdagangan yang berlaku di negara tujuan. Dengan persiapan dan pengembangan usaha yang berkelanjutan, produk unggulan Bali diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran dan memperoleh peluang kerja sama yang lebih besar.
Â
Dokumentasi Kegiatan TEI
Â