Workshop Literasi Digital bagi IKM Fesyen dan Kriya, Disperindag Bali Dorong Penguatan Kapasitas IKM di Era Transformasi Digital

WhatsApp Image 2025-11-24 at 10.39.54

Denpasar, 24 November 2025 – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali menghadiri sekaligus membuka kegiatan Workshop Peningkatan Literasi Digital bagi IKM Fesyen dan Kriya yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) Kementerian Perindustrian RI bekerja sama dengan Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar.

Kegiatan yang digelar di Balai Diklat Industri Denpasar ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Drs. I Gusti Ngurah Wiryanata, M.Si., yang diwakili oleh Sekretaris Dinas. Dalam sambutan yang dibacakan, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kementerian Perindustrian atas fasilitasi pelatihan strategis ini bagi pelaku IKM Bali.

Dalam era transformasi digital yang begitu cepat, kemampuan pelaku IKM dalam memanfaatkan teknologi menjadi kebutuhan mendesak. Industri fesyen—yang merupakan kontributor terbesar kedua ekonomi kreatif—terus berkembang dan membuka peluang besar bagi perajin, desainer, hingga pelaku industri kreatif. Capaian sektor ini antara lain:

  • Menyumbang lebih dari 17% PDB ekonomi kreatif pada tahun 2025
  • Menjadi penyumbang ekspor terbesar ekonomi kreatif Indonesia
  • Memberikan kontribusi 6,92% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas

Industri fesyen dan kriya juga memegang peranan penting dalam pelestarian budaya bangsa. Melalui batik, tenun, songket, dan berbagai wastra lokal lainnya, kekayaan budaya Indonesia tampil di panggung nasional maupun internasional.

Sekretaris Dinas menegaskan bahwa Bali memiliki potensi besar dalam industri fesyen dan kriya. Kreativitas lokal yang kuat harus ditopang kemampuan digital yang memadai agar mampu menjangkau pasar lebih luas. Workshop ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam pemasaran digital, branding, pengelolaan media sosial, pembuatan konten, hingga optimalisasi e-commerce.

Beliau juga menekankan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pertumbuhan IKM melalui pembinaan, fasilitasi promosi, pelatihan, jejaring usaha, serta pengembangan ekosistem digital.

“Kami berharap para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, sehingga IKM fesyen dan kriya Bali semakin berdaya saing, adaptif, dan mampu mengembangkan pasar secara berkelanjutan,” ujarnya menutup sambutan.

Dengan dibukanya workshop ini, Disperindag Bali optimistis peningkatan literasi digital akan menjadi langkah nyata untuk memperkuat posisi IKM Bali di tengah persaingan industri kreatif global.